Skema SKB CPNS Jika Dilaksanakan Usai Lebaran

oleh -7.058 views

BKN memang belum resmi mengeluarkan jadwal terbaru, namun ada wacana jika Tes SKB bisa dilaksanakan setelah lebaran.

Seperti kita tahu, pandemi virus corona telah membuat pelaksaan Tes SKB CPNS 2019 yang seharusnya digelar mulai 25 Maret 2020 lalu, akhirnya ditunda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas BKN Paryono mengatakan, panitia seleksi nasional (Panselnas) akan sesegera mungkin membahas proses Tes SKB CPNS 2019.

“Kalau misalnya masa darurat Covid-19 berakhir Mei dan tidak diperpanjang lagi. Panselnas akan segera membahas rencana SKB,” kata Paryono seperti dilansir dari Kompas.com beberapa hari yang lalu.

Ia mengimbau kepada para pelamar CPNS yang telah dinyatakan lolos SKB untuk menunggu diumumkannya waktu pelaksanaan SKB.

“Mohon bersabar karena memang kondisi tidak mungkin untuk digelar SKB saat ini. Tunggu saja nanti akan diumumkan waktunya SKB,” ujar Paryono.

Ia mengatakan, saat ini BKN tengah mengkaji kemungkinan pelaksanaan SKB jika akan berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, BKN juga sedang mengelaborasi model pelaksanaan SKB yang tidak bertentangan dengan protokol kesehatan dan keselamatan jika akan digelar dalam situasi pandemi virus ini.

Meski mempersiapkan tes SKB CPNS 2019 di tengah pandemi Corona, BKN kemungkinan besar akan menunggu dan melaksanakan seleksi usai Lebaran.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Regional VII BKN Palembang Ir Agus S saat Live Talk Sumsel Virtual Fest yang diadakan Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post terkait tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) akan diadakan tahun ini dengan segala kondisinya.

“Tes SKB akan diadakan setelah Lebaran, tapi tanggal pastinya belum diketahui. Yang sedang disiapkan sekarang ini modelnya akan seperti apa, ini yang sedang didiskusikan. Yang jelas kita akan menerapkan protokol yang ketat,” kata Agus.

Lebih lanjut ia mengatakan, kalau sebelumnya jaraknya setengah meter maka kedepan jaraknya akan dibuat satu setengah sampai dua meter.

Kalau waktu di Gedung Golden Sriwijaya yang tes 700-800 orang maka mungkin nanti akan jadi 300-400 orang saja.

“Lalu terkait ada isunya langsung perengkingan, saya nyatakan itu tidak benar. Mari kita berdamai dengan Covid-19, sehingga kita bisa mengadakan tes SKB ini dengan aman,” ungkapnya.

Menurutnya, alternatif jika diadakan SKB ini cukup banyak misal tidak boleh lagi banyak yang diluar.

Kalau sebelumnya yang nganter tes CPNS itu banyak bisa semobil maka kedepan akan dilarang.

“Kalau nginap di hotel dicek dulu hotelnya pastikan aman dan menerapkan protokol-protokol yang benar terhadap antisipasi Covid-19,” ungkapnya.

Agus pun memberikan tips untuk tes CPNS, pada saat tes jangan berharap lulus tapi berharap ini adalah ibadah. Jadi kalau diterima jadi ibadah.

Belajarlah dengan baik misal lima jam dan saat belajar handphone dimatikan.

Ia pun mengatakan, bahwa seleksi CPNS sekarang sudah cukup baik dan sangat baik.

Dari 2006 ditemukan, 2008 diuji dan sejak 2014 di dorong untuk seperti saat ini. Hampir semua bilang CPNS sekarang ini sudah bagus.

“Kalau kita berangkat pada biologi, namanya ada tabel periodik yang dipengaruhi dua hal yaitu genetiknya dan lingkungan. Kalau genetik sudah bagus tapi yang dikhawatirkan itu lingkungannya. Seperti yang kita ketahui bahwa Sumsel, Jambi, Bengkulu itu hampir satu tipe beda sedikit,” ungkapnya.

Menurutnya, kalau CPNS yang sudah bagus ini dikelola oleh tata kelola yang buruk maka akan buruk. Tetapi lingkungan itu sulit untuk diubah. Maka yang bisa dilakukan membina CPNS. Dengan harapan bisa memperbaiki good governance.